jump to navigation

Jangan Dulu Nangis, Iz! 25/12/2009

Posted by F4iz in Tuntas.
Tags: , , ,
2 comments

Tetes Sesal


“Iz, aku punya cerita menarik.”

“Cerita apa, Cin?”

“Tentang evaluasi diri”

“Gimana ceritanya?”

“Ada seseorang yang suatu hari mengevaluasi dirinya. Pada waktu itu dia berumur enam puluh tahun. Dia menghitung harinya, dan didapati dirinya berusia dua puluh satu ribu hari. Kemudian dengan nada berteriak dia berkata: “Celakalah aku, akan bertemu Tuhanku dengan dua puluh satu ribu dosa? Bagaimana jika setiap harinya ribuan dosa yang telah aku lakukan? Kemudian dia tidak sadarkan diri.”

“Hiks… Hiks… Lalu bagaimana dengan aku, Cin.”

“Jangan dulu nangis, Iz! Coba kamu hitung saja (Kalau mampu). Setiap udara yang kamu hirup terdapat amanah syukur yang terhitung detail, dan hari-hari yang kamu lalui juga terhitung dan tercatat rapi. Seberapa luka yang telah kamu goreskan dalam kehidupan beragamamu? Sudah berapa kali kamu membakar baju keimananmu dan kamu tidak menyadarinya? Betapa kesempatan untuk melakukan kebaikan begitu terbuka luas, tapi kamu sia-siakan? Kamu kumpulkan kebaikan, tapi begitu mudahnya kamu buang dengan mempraktekkan ghibah?”

“Air mataku tidak dapat aku cegah untuk mengalir, Cin. Pertanyaanmu itu begitu menusuk!”

“Syukurlah kalau begitu. Kita harus sadar, Iz. Bahwa hari terus berlalu, halaman-halaman amal kita juga tidak berhenti mencatat setiap kata, lintasan pikiran terbersit dan guman hati yang terbetik. Tahun juga terus berganti. Setiap kita dapat dipastikan mampu untuk mengevaluasi dirinya sebelum dievaluasiNya di kampung akhirat kelak.

Pertanyaan penting yang harus kemudian kamu jawab adalah: Persiapan apa saja yang telah kamu siapkan untuk kehidupan abadi itu? Apa yang telah kamu persembahkan untuk diri kamu untuk mendapati pahala dan kebaikan di sisiNya kelak? Jejak apa saja yang telah kamu rekamkan dalam lembaran-lembaran amalmu? Bekal apa saja yang telah kamu persiapkan untuk kehidupanmu di lubang yang akan menjadi tempatmu sebelum hari perhitungan itu?”

“Terima kasih, Cin. Pertanyaan-pertanyaan yang akan membantuku dalam mengevaluasi diriku.”

“Afwan, Iz. Teruslah evaluasi dirimu, hingga kamu mendapati cahaya hikmah yang akan memberimu kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang bathil. Berprasangka negatif terhadap jiwamu akan membantumu mawas diri.”

“Insya Allah, Cin.”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.