Bencilah Mengeluh, Iz! 01/01/2010
Posted by F4iz in Tuntas.2 comments
“Rasanya pegel semua, Cin”
“Nikmati saja, Iz. Itu berarti tubuhmu lagi ada respon positif. Ada proses peremajaan sistem. Selain juga akumulasi penat yang menuntutmu untuk berhenti sejenak. Kesempatan emas untuk merenungi lebih dalam, semakin dalam, menggali lebih dalam kedewasaan dan hikmah hidup.”
“Sakit, Cin. Kok dinikmati. Gimana caranya?”
“Caranya sabar. Pikirkan saja nikmat yang kamu dapatkan sekian hari. Pasti rasa sakit yang kamu rasa tidak akan punya arti apa-apa. Dibandingkan karunia melimpah yang terus menerus kamu rasa dan nikmati. Bahkan dalam keadaan sakit pun karunia itu tidak kenal kata henti diberikan kepadamu. Bencilah mengeluh, Iz! Agar sakit yang kamu rasa itu tidak menutup mata hatimu untuk mensyukuri karunia yang terus-menerus itu!”
“Mudah sekali berteori. Tapi, prakteknya pasti tidak semudah teori indah itu.”
“Akan jauh lebih indah jika kamu tidak menghentikan ‘mencoba’!”
“Andai aku bisa, Cin!”
“Jauhi kata ‘andai’! Karena hanya akan memberikan persepsi bahwa teori itu hanya utopis belaka.”
“Oh ternyata tidak ringan menjadi orang baik ya?”
“Buang kata ‘tidak’. Pasti ringan dan mudah!”
“Iya ya.”
