jump to navigation

Siip!! 31/12/2009

Posted by F4iz in Uncategorized.
6 comments

“Satu per satu usia ditutup. Peranpun berakhir. Usia yang masih membentang datang mengganti peran.”

“Apa maksud ceracaumu itu, Iz?”

“Seorang mantan kepala suku di negeri dongeng. Jatah usianya sudah dicabut, Cin.”

“Owh. Kirain ada apa?”

“Tidak ada apa-apa, cuma aku mencoba bercermin pada peristiwa yang beberapa hari belakangan ini kerasa menyentak. Kaget.”

“Sudah sunnatullah kali, Iz. begitu adanya dipergilirkan. Pada saatnya nanti kamu juga akan mendapat giliranmu.”

“Iya, Cin. Akan aku coba ingat selalu itu!”

“Siip! Sudah berhasil mengungkap maknanya?”

“Belum. masih saja sporadis dalam memaknai harinya.”

“Tidak apa-apa. Asal tidak berhenti saja!”

Pasti Mudah! 30/12/2009

Posted by F4iz in bebas.
2 comments

“Apakah kamu sudah merasa berarti, Iz?”

“Masih jauh kayaknya kata berarti itu dariku, cin.”

“Apa parametermu untuk mengukur keberartianmu?”

“Jika aku lebih baik dari kemaren, serta besok lebih baik dari hari ini”

“Parameter yang mengena dan tepat, Iz! Cuma selain itu, keberartian juga harus bukan kamu saja yang merasakannya.”

“Untuk berarti, tidak mudah juga ya!”

“Iya tidak mudah. Dengan menyisakan kata ‘mudah’ dan membuang kata ‘tidak’, pasti mudah! insya Allah!

“Hadir, Cin.”

Maksudnya??? 29/12/2009

Posted by F4iz in bebas, Lepas, Tuntas.
6 comments

“Ketika lelah dapat terbayar dengan lapang dan siap menerima semua resiko yang akan terjadi. Seketika takut, ragu, dan gamang itu akan enggan mendekat.”
“Hmm, dapat dari mana kalimat bagus itu?”
“Dari rahim hari-hariku yang berliku.”
“Kalimat yang bias dan ambigu!”
“Maksudnya???”
“Aku tidak paham dengan kalimatmu itu?”
“Haha… Kamu ini lucu sekali, tidak paham tapi sudah berkesimpulan kalimatku bagus?”
“Eit, Cin. Tertawa tuh harus sopan. Apalagi menertawakan aku yang blo’on ini.”
“Ups, Iz. Siapa yang bilang kamu blo’on? Bukannya kamu sudah sepakat untuk tidak memasang pada diri orang lain stempel negatif, apalagi pada dirimu sendiri?”
“Iya, tapi kenyataannya aku tidak paham, Cin.”
“Redaksinya diganti belum paham, Iz.”
“Apa bedanya, Cin??”
“Jika kamu mengatakan ‘tidak’, maka secara otomatis akan menghakimi dirimu untuk menutup peluang bagi kata ‘paham’ untuk bekerja menjadikanmu benar-benar paham. Berbeda jika kamu mengatakan ‘belum’, maka kamu akan memberikan peluang bagi kata ‘paham’ untuk sebuah jalan yang akan membuatmu benar-benar paham.”
“Owh, ternyata ada pengaruhnya ya?”
“Ya iyalah, masak ya iya dong..”
:-)

Lagi Bingung, Cin! 28/12/2009

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: ,
8 comments

“Lagi apa, Iz?”

“Lagi bingung, Cin!”

“Bingung kenapa?”

“Belum tahu bingung kenapa? Bingung mau menulis apa kali ya, Cin?”

“Hihihi, kamu ni, Iz. Ada ada aja. Tidak menulis juga tidak akan ada yang marah kok.”

“Iya juga sih, tapi, belum lengkap rasanya kalau aku tidak menulis.”

“Ya sudah menulis saja, siapa yang melarang?”

“Sebetulnya tidak ada yang melarangku menulis, tapi kebuntuanku saja yang membuat aliran kata-kataku tersumbat.”

“Kata-katamu tersumbat, karena kamu makan terlalu banyak kali, atau mungkin karena keingananmu terlalu tinggi untuk melakukan segalanya dengan cepat dan sempurna.”

“Apa hubungannya keinginan dengan tersumbatnya aliran kata-kataku?”

“Hubungannya adalah satu keinginanmu belum kamu capai, kamu menginginkan sesuatu yang lain. Sehingga kebuntuan berpikir, kebuntuan mendefinisikan suatu permasalahan akan akrab kamu temui.”

“Hmm, aku belum paham dengan penjelasanmu, Cin.”

“Owh, kalau begitu coba kamu inventarisir keinginanmu satu persatu, lalu coba susun keinginanmu sesuai peringkat energi dan kemampuan yang kamu miliki. Lalu mulai upayamu untuk merealisasikan satu persatu keinginan menurut peringkat tersebut.”

“Belum sepenuhnya paham sih, Cin. Tapi coba aku ikuti saranmu itu.”

Hmm, Sedapnya..:) 27/12/2009

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , , , , , , ,
3 comments

“Riang terlihat menghias wajah-wajah teman-temanku malam ini.”

“Ada apa gerangan, Iz?”

“Biasa efek menu berbuka puasa maghrib tadi. Kita mendapat makanan yang tidak biasa, Cin.”

“Makanan apa yang kalian dapatkan, Iz?”

“Sepotong ayam panggang dari tetangga sebelah kiri asrama.”

Menu Besar Penghuni Asrama

“Hmm, sedapnya….”

“Itulah makanan besar kami di asrama, kami bisa menikmatinya pada moment iftar jama’i aja. Selain itu kami harus menikmati masakan ala bisa kami memasaknya.”

“Bersyukurlah punya tetangga yang peduli dengan kamu dan teman-temanmu di asrama”

“Alhamdulillah, semoga Allah menerimanya sebagai amal yang pantas diterimanya. Semoga puasa kita Allah terima, taqabbalallahu minna wa minkum. Sehinnga dapat menjadi penghapus sekian dosa yang telah kita goreskan dalam lembar amal kita, selama satu tahun yang lalu. Amiiiiin…”

Pasti Kamu Bisa! 26/12/2009

Posted by F4iz in Lepas.
Tags: , , , ,
10 comments

“Setelah cukup teratur dan tenang melakukan aktivitas, selalu saja belum sempurna rasanya usahaku untuk memenuhi target hari-hariku.”

“Satu kata untukmu, Iz. S A B A R!”

“Aku belum sabar bagaimana lagi, Cin.”

“Keluhan yang terlontar itu buktinya. Semestinya kamu sadar, Iz. Materi ujian di akhirat kelak itu terdiri dari bagaimana kamu menghabiskan waktu tenang dan bahagiamu. Serta juga waktu amburadul, sedih dan susahmu. Apakah syukur menyertai waktu bahagia dan luangmu? Atau sebaliknya? Apakah sabar menyertai waktu amburadul, sempit, sedihmu?”

“Lalu kenapa aku disuruh bersabar ketika aku merasakan ketenangan dan menikmati waktuku?”

“Karena nada bicaramu mengandung ketergesaan untuk melihat dan merasakan hasil dari upayamu. Penting juga kamu ingat, kamu itu manusia bukan malaikat, jadi tidak akan pernah bisa sempurna.”

“Aku belum sepenuhnya paham dengan apa yang kamu katakan, Cin?”

“Begini saja, Iz. Kamu jalani saja hidupmu, jangan pedulikan apakah kamu telah menjalaninya dengan sempurna atau tidak. Kesempurnaan itu milik Allah semata. Bukan milik manusia. Memenuhi syarat-syarat menjadi orang baik, sertakan syukur dan sabar pada setiap detik kehidupanmu, insya Allah lapang, kenikmatan dan kemudahan akan menjadi instrumen indah bagi hidupmu.”

“Sangat mudah sekali diucapkan, tapi tidak mudah untuk dilakukan.”

“Kurangi mengeluh, pasti akan mudah.”

“Oh mengeluh, andai aku bisa tidak mengeluh lagi, Cin.”

“Pasti kamu bisa! Harus kamu coba dan paksa dirimu untuk bisa!

“Semoga aku bisa, Cinta!”

“Kamu bisa, Iz!”

“Insya Allah.”

Jangan Dulu Nangis, Iz! 25/12/2009

Posted by F4iz in Tuntas.
Tags: , , ,
2 comments

Tetes Sesal


“Iz, aku punya cerita menarik.”

“Cerita apa, Cin?”

“Tentang evaluasi diri”

“Gimana ceritanya?”

“Ada seseorang yang suatu hari mengevaluasi dirinya. Pada waktu itu dia berumur enam puluh tahun. Dia menghitung harinya, dan didapati dirinya berusia dua puluh satu ribu hari. Kemudian dengan nada berteriak dia berkata: “Celakalah aku, akan bertemu Tuhanku dengan dua puluh satu ribu dosa? Bagaimana jika setiap harinya ribuan dosa yang telah aku lakukan? Kemudian dia tidak sadarkan diri.”

“Hiks… Hiks… Lalu bagaimana dengan aku, Cin.”

“Jangan dulu nangis, Iz! Coba kamu hitung saja (Kalau mampu). Setiap udara yang kamu hirup terdapat amanah syukur yang terhitung detail, dan hari-hari yang kamu lalui juga terhitung dan tercatat rapi. Seberapa luka yang telah kamu goreskan dalam kehidupan beragamamu? Sudah berapa kali kamu membakar baju keimananmu dan kamu tidak menyadarinya? Betapa kesempatan untuk melakukan kebaikan begitu terbuka luas, tapi kamu sia-siakan? Kamu kumpulkan kebaikan, tapi begitu mudahnya kamu buang dengan mempraktekkan ghibah?”

“Air mataku tidak dapat aku cegah untuk mengalir, Cin. Pertanyaanmu itu begitu menusuk!”

“Syukurlah kalau begitu. Kita harus sadar, Iz. Bahwa hari terus berlalu, halaman-halaman amal kita juga tidak berhenti mencatat setiap kata, lintasan pikiran terbersit dan guman hati yang terbetik. Tahun juga terus berganti. Setiap kita dapat dipastikan mampu untuk mengevaluasi dirinya sebelum dievaluasiNya di kampung akhirat kelak.

Pertanyaan penting yang harus kemudian kamu jawab adalah: Persiapan apa saja yang telah kamu siapkan untuk kehidupan abadi itu? Apa yang telah kamu persembahkan untuk diri kamu untuk mendapati pahala dan kebaikan di sisiNya kelak? Jejak apa saja yang telah kamu rekamkan dalam lembaran-lembaran amalmu? Bekal apa saja yang telah kamu persiapkan untuk kehidupanmu di lubang yang akan menjadi tempatmu sebelum hari perhitungan itu?”

“Terima kasih, Cin. Pertanyaan-pertanyaan yang akan membantuku dalam mengevaluasi diriku.”

“Afwan, Iz. Teruslah evaluasi dirimu, hingga kamu mendapati cahaya hikmah yang akan memberimu kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang bathil. Berprasangka negatif terhadap jiwamu akan membantumu mawas diri.”

“Insya Allah, Cin.”

Jangan Berkecil Hati, Iz! 24/12/2009

Posted by F4iz in bebas.
Tags: , ,
2 comments

“Kenapa kepala sebelah kiri bagian atas cenut-cenut ya?”

“Kamu masih mikirin ujianmu itu ya, Iz?”

“Sudah tidak begitu aku pikirin kok, Cin. Sudah aku jalani apa yang kamu sarankan. Lagi pula ujian ini di dunia, semestinya aku harus lebih memikirkan ujian akhirat yang materi ujiannya jauh tidak ringan dan tidak mudah.”

“Hmm, mungkin posisi tidurmu tidak benar.”

“Posisi tidurku sama dengan posisi tidurku sebelum-sebelumnya.”

“Kalau begitu mungkin dari makananmu? Kamu makan apa tadi?”

“Makan teri, sayur, sedikit keju dan buah seperti biasanya tiada yang berbeda.”

“Wah bisa jadi karena makananmu itu, kurangi makan keju, Iz. Karena golongan darahmu O. Keju termasuk makanan yang bereaksi racun untuk golongan darah O.”

“Hah, dari mana kamu dapatkan info itu, Cin?”

“di http://smaterunabakti.wordpress.com/2009/03/10/pola-makanan-sehat-sesuai-golongan-darah”

“Owh”

“Staminanya harus dijaga dengan memperbanyak konsumsi makanan beraksi sebagai obat bukan yang beraksi sebagai racun”

“Ok, nanti aku pelajari lagi makanan apa saja yang baik aku konsumsi.”

“Nah gitu dong. Agar keinginanmu meniru Imam al-Alusi itu dapat tercapai dengan menjaga stamina tubuh yang kamu miliki, insya Allah.”

“Imam Al-Alusi? Siapa itu, Cin?”

“Hah, kok bisa jadi pelupa begini kamu, Iz. Hati-hati, jangan biarkan awas alzimier, cepat kamu terapi.”

“Tidak tahu ni, Cin. Aku sering sekali lupa.”

“Jangan khawatir, asal kedekatanmu dengan al-Qur’an masih terjaga, insya Allah itu menjadi terapi alami bagi penyakit lupamu”

“Insya Allah.”

“Imam Al-Alusi itu seorang ahli tafsir dari Iraq yang hidup pada abad 13 hijriyah/19 masehi. Bukannya kamu sendiri yang bilang ingin memiliki kekuatan tekad sebagaimana yang dimiliki sang imam itu?”

“Owh iya, aku ingat sekarang. Aku sangat menginginkan memiliki itu, menjadikan malam adalah membaca dan menulis, serta pagi sampai sore membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkannya, tapi sampai sekarang belum berhasil. Aku belum bisa, stamina tubuhku tidak mendukung dan energi akalku tidak cukup melimpah.”

“Jangan berkecil hati dulu, Iz. Selama masih ada jatah waktu untukmu, tidak salah kamu terus berusaha dan terus mencobanya.”

“Iya, Cin. Terima kasih, bercakap denganmu juga merupakan salah satu terapi, semoga Allah selalu membimbing dan menunjukkan jalan terbaik bagi pilihan-pilihan terbaik kita, insya Allah.”

Waw, Subhanallah!!! 24/12/2009

Posted by F4iz in bebas.
Tags: ,
add a comment

“Iz, ngomong-ngomong sudah berapa orang sukses yang pernah kamu temui?”

“Wah banyak, Cin. Tidak terhitung.”

“Hmm, mang siapa tuh orang sukses menurutmu?”

“Orang sukses tuh ya menurutku, sebenarnya semua manusia itu adalah sukses. Sukses berlomba dengan sekian rivalnya untuk membuahi sel telur di alam janin. Jadi benar bukan aku tidak dapat menghitung orang sukses yang telah aku temui.”

“Iya, Iz. Aku tahu itu, tapi bukan itu yang aku maksud?”

“Terus??”

“Orang sukses yang telah mempersembahkan yang berarti bagi orang lain, Iz.”

“Wah kalau begitu, aku tidak termasuk di dalamnya.”

“Terserah pada kekuatan tekad dan upayamu, Iz.”

“Maksudnya?”

“Kalau kamu punya tekad dan berusaha merealisasikannya serta orang lain merasakan manfaatnya, maka kamu akan termasuk orang sukses.”

“Kalau dengan orang yang begituan belum banyak yang berhasil aku temui”

“Kalau begitu aku usul, bagaimana kalau kamu tulis dalam catatan mimpimu, kamu tagetkan mulai sekarang berapa orang sukses yang ingin kamu temui dalam hidupmu”

“Lalu apa manfaatnya, Cin?”

“Banyak sekali manfaatnya. Dengan kamu sengajakan menginginkan bertemu dengan orang-orang sukses, kamu akan tahu bagaimana proses orang-orang itu sukses, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bertemu itu sekedar bertemu saja, tapi ada proses belajar dan menduplikasi ilmu suksesnya. Setiap orang yang sukses itu memiliki cara yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan mengetahui cara mereka sukses, kamu akan memiliki referensi yang kaya untuk memilih cara yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang akan menyapa jalan suksesmu. Bukannya kamu sendiri yang cerita bahwa Nina teman sekamarmu itu ingin bertemu dengan 5588 orang sukses.”

“Hmm, iya benar. Aku baru ingat angka kesayangan Nina itu. Angka kelahirannya dan angka bagi beberapa target hidupnya, termasuk angka bagi keinginannya untuk menemukan rahasia sukses dari bilangan orang sukses yang diimpikannya,”

“Nah sekarang giliran kamu, apakah kamu tidak ingin juga ikut menargetkan berapa orang sukses yang ingin kamu temui?”

“Enaknya berapa ya, Cin?”

“Carilah angka yang cantik, Iz. Siapa tahu kamu bisa ikutan cantik..:)”

“Mang aku tidak cantik??”

“Ya cantiklah, yang ciptakan kamu cantik kok. Maksudku tuh kamu cari angka yang punya makna yang lebih berarti dari hanya sekedar angka yang disesuaikan dengan angka kelahiran.”

“Angka berapa ya, angka yang bermakna itu?”

“Bentar-bentar, sebelumnya kamu mau tidak menargetkannya dan belajar dari setiap orang yang kamu temui dari orang sukses itu?”

“Ya pasti mau dong, Cin.”

“Bagus kalau begitu, terserah kamu mau berapa orang yang ingin kamu targetkan untuk kamu temui, yang jelas kamu harus tulis besar-besar targetmu itu di dinding hatimu. Setiap kamu bertemu dengan setiap mereka jangan lupa kamu catat baik-baik bagaimana jalan mereka sukses. Pelajari dan jadikanlah referensi untuk menyelesaikan permasalahan yang menyapa hari-harimu.”

“Waw, subhanallah!!!”

“Jangan terperangah dulu, Iz. Kamu akan mendapatkan yang lebih dalam lagi, ketika kamu berhasil tenggelam dalam setiap dunia cinta mereka yang spesial dan unik. Karena kesuksesan yang mereka dapatkan berawal dari kata cinta. Kata yang telah mendorong kuat mereka untuk mencapai sukses yang sebelumnya hanya berupa mimpi. Mimpi yang kemudian menjadi nyata dirasakan manfaatnya oleh diri dan orang-orang di sekitarnya. Bahkan mungkin akan dapat dirasakan oleh generasi setelahnya.”

Ok, insya Allah.”

Ayat Cinta 23/12/2009

Posted by F4iz in Kupas.
Tags:
6 comments

Allah berfirman: Katakanlah: “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (Q.S. Al-Taubah: 24)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.